--- contact me: liaayuka@gmail.com --- follow me: @violettice --- contact me: liaayuka@gmail.com --- follow me: @violettice ---
RSS

Saturday, December 31, 2011

The Ending of 2011

Good Bye 2011
              Welcome 2012

2011 akan menjadi sejarah. Suatu hal yang pernah terjadi dalam hidupku. Karena, 2011 memiliki ciri-ciri sejarah, yaitu:

2011 itu UNIK. Karena hanya terjadi sekali di hidupku ini.
2011 itu PENTING. Karena akan berpengaruh besar dalam kisahku selanjutnya.
2011 ituu... ABADI. Karena akan selalu kukenang sepanjang hidupku.


Bagaimana tidak?
Di tahun 2011 ini, aku banyak mengalami hal-hal yang tidak aku duga. Hal-hal yang sedih dan buat aku menderita, maupun hal-hal indah yang buat aku bahagia.

Di 2011 ini aku dapat banyak nilai kehidupan dari kisah aku.
Karena itulah hidup, kita akan belajar dari peristiwa yang kita alami.

2011, untuk pertama kalinya aku menjalani operasi. Tapi, katanya mungkin itu operasi ringan. Tapi bagiku yang namanya operasi itu tidak mungkin ringan. Meski begitu, sungguh itu hal yang belum aku duga sebelumnya, dan tidak  pernah terpikir olehku. Karena, itulah hidup. Tak akan bisa kita duga.

Gara-gara sakit, aku jadi tidak bisa mengikuti acara yang diadakan oleh kelasku.
Ya, aku kelas sembilan. Dan akan segera lulus waktu itu. Namun, aku tidak dapat ikut serta dalam pembuatan foto majalah sekolah.

Jadi, di 2011. Aku harus berpisah dengan sahabat dan teman-temanku.

Emm...
Di 2011 juga, aku memasuki sebuah sekolah di kotaku. SMA Negeri 2 Kudus. Aku harap aku bisa masuk di kelas Unggulan. Tapi, aku tidak terlalu optimis saat mengikuti tes-tes di sana. Karena keadaan fisikku yang saat itu masih sakit.

Namun, syukurlah... Allah mengizinkanku untuk melanjutkan harapanku. Aku diterima.

Dengan itu, di 2011 aku mendapat banyak teman baru dan kelas sebaik Peacebook (X1).
Di 2011, aku harus beradaptasi dengan semua yang serba baru. Termasuk pelajaran yang sungguh berat, bagiku. Kelas unggulan, kelas olimpiade. Ohh, aku menanggung beban berat. Namun, itu yang menjadikanku jadi aku yang tak biasa. Aku harus berusaha untuk mencapai cita-cita.
Meski di awal semester ini prestasiku tak memuaskan. Aku akan berusaha lebih keras lagi.


Di 2011,
aku dapat beberapa ekor kelinci anggora yang beberapa minggu kemudian meninggal tragis. Lalu di ultahku aku dapat sepasang kelinci Lop dari Ayahku tercinta. Kelinci lop yang imut, lucu, manis, keren, gokil, dan unyu-unyuu.. 
Untungnya, sampe sekarang masih sehat di kandangnya.. 


Di 2011 juga, 
Handphone kesayanganku h i l a n g ....!!!
Entah!
Aku jadi ingat saat itu, ketika hujan deras mengguyur Kudus, sore hari sepulang sekolah. Di atas motor, tangan kanan menyincing rok panjangku agar tidak basah terkena genangan air di jalan, tangan kiri menahan jas hujan yang terus berkibar di belakang. Begitulah, sungguh tidak nyaman.
Handphoneku rasanya juga sudah berada di saku rok-ku. Namun entah, tiba di rumah. Setelah shalat Maghrib.dia tidak kutemukan di seisi rumahku. Sampai aku mengubrak-abrik isi rumah, tetap tak ketemu. padahal, aku sama sekali tidak merasakan hapeku itu jatuh di jalan. Apa karena kondisi saat itu sangat amat mendukung hapeku jatuh, dan tak terdengar olehku.
ENTAH!!!
sampai sekarang, hapeku yang malang tak juga dalam genggaman manisku!!
Dan, tak tau kenapa... setiap hujan deras, aku jadi teringat hapeku sayang.
Ada banyak pesan kenangan yang masih aku simpan disitu, ada beberapa foto keren yang belum aku pindahin ke compie, ada banyak mp3, tema, game, dll di situ!!! Whhaaaa!!!
Itulah hidup.



Di 2011. Banyak hal-hal lain yang terjadi.
Kisah.
Tak akan tuntas jika harus kutulis di sini.
Tak akan dapat aku menulis semuanya di dunia maya yang akan tersebar seketika.
Biarlah, semua kisah itu akan tertulis di memori otakku, di diary hatiku.
Maka itulah,
beberapa kisahku..
Di 2011.


Well, begitulah hidup. Setiap detik akan terus berganti saat. Setiap tahun akan berganti kisah.
Jika banyak hal indah di tahun ini, kuharap aku akan lebih banyak mendapatkannya di tahun yang akan datang nanti.
Jika banyak hal sedih di tahun ini. Bukan aku tak mau mendapatkannya lagi di tahun yang akan datang. Karena kau tahu, pelangi dibalik hujan sangat lebih indah.
Jadi kuharap, kisah sedihku di tahun yang akan datang tak kan sebanyak dan tak kan seberat tahun ini.
:)




Desember, 2011.
--Lia Ayu Kusumaningrum--
Kisahku oleh curahan hatiku.

Sunday, December 25, 2011

Fireworks in Water (Kembang Api dalam Air)

Fireworks in a Glass
Safe Simulated Fireworks for Kids
By Anne Marie Helmenstine, Ph.D., About.com Guide



A red 'firework' explodes underwater.
What You Need:
·         water
·         oil
·         food coloring
·         tall clear glass
·         another cup or glass
·         fork

Create Fireworks in a Glass:
1.      Fill the tall glass almost to the top with room-temperature water. Warm water is ok, too.
2.      Pour a little oil into the other glass. (1-2 tablespoons)
3.      Add a couple of drops of food coloring. I used one drop of blue and one drop of red, but you can use any colors.
4.      Briefly stir the oil and food coloring mixture with a fork. You want to break up the food coloring drops into smaller drops, but not thoroughly mix the liquid.
5.      Pour the oil and coloring mixture into the tall glass.
6.      Now watch! The food coloring will slowly sink in the glass, with each droplet expanding outward as it falls, resembling fireworks falling into water.

How It Works?
Food coloring dissolves in water, but not in oil. When you stir the food coloring in the oil, you are breaking up the coloring droplets (though drops that come into contact with each other will merge... blue + red = purple). Oil is less dense than water, so the oil will float at the top of the glass. As the colored drops sink to the bottom of the oil, they mix with the water. The color diffuses outward as the heavier colored drop falls to the bottom.







Kesulitan dalam memahaminya??

Simple Background


Mumpung ada waktu luang, aku bikin beberapa background nih, yang juga bisa buat background power point atau apalah. Semoga anda suka!!!


Bagus gak yang ini?Background pp: Pohonnya hasil gambar di kertas loh, terus aku paduin sama gambar dan diedit.



Background simpel: Konsepnya sih, air tumpah.. Tauk deh, jadinya apaan! :p






Kalo ini menurut aku, cocok kali ya buat background power point. background pp: BIASA TAPI TAK SAMA. Hehe..




Semuanya aku edit di Photoshop. Maklum yah, kalo biasa aja. Abis akunya juga gak terlalu bisa sih.. :)

HANG OUT

        Aduh seneng deh, kemaren –liburan sekolah-, aku and temen-temen pada jalan-jalan bareng. Yah, cuma berempat sih, tapi seru abis loh!
         Ngapain aja kita?

        Pertama, sekedar jalan di mall Cuma liat-liat doang. KAgak beli. Oh ya Cause, besoknya hari natal jadi mallnya penuh dengan pernak-pernik natal loh. Well, selamat natal dan tahun baru ya buat yang merayakan! HEhe. Abis itu kita karaokean di lantai atas mall. Teriak tanpa ada nada... Ih, gapapa dong. Buat hapus penat setelah begitu lama kita menuntut ilmu! :p








         Then, karena uda kehausan buanget, kita langsung cabut buat minum nd makan bareng di rumah makan gitu. Karena kita lewatin jembatan, kita sempetin deh foto bentar.







          TErus,, hari berikutnya, kita hang out lagi. Kali ini kita pergi ke kaki gunung di kudus gitu, kan di kota kami ada gunung muria. J



Aslinya, ini tempat yang kita datangin tuh 'Bumi Perkemahan Kajar' yang letaknya di kaki gunung Muria.


         Pemandangannya spektakuler buangett… Alangkah indahnya lukisan Tuhan yah… Sambil liat-liat kita take some picture gitu. Bukan Cuma beberapa tapi so many, many, many… Hehe.. Bahasa gue campur aduk yah? Dimaklumin aja.









Keren kan??

            Abis itu, kita makan siang di rumah makan deket situ. Gilakk. Mahal amirr,,, Tapi yang dijual bukan Cuma makanan doang sih, plus pemandangan dan suasananya. Selain di kaki gunung, terus juga ditambah tanaman cantik-cantik dan hewan-hewan lucu gitu. JAdi, wajar aja.




 -DAN MASIH BANYAK LAGI-


            KArena uda kenyang, kita langsung pulang. Nggak lupa tadi sempet foto di rumah makannya. Dengan ini, ketauan deh narsisnya kita. Kita bukan narsis tapi eksis. HEhe, see you next time!!

Friday, November 25, 2011

The Young Red Riding Hood (Little Valerie) part 2


Haii.. Udah baca THE YOUNG RED RIDING HOOD part.1 oleh LIA AYU KUSUMANINGRUM??


Mau tahu lanjutan ceritanya The Young Red Riding Hood?
Langsung dibaca aja dehh.. Silakan!! J *But, Saya butuh komentar untuk membuat cerita makin seru* Siapa yang mau bantu kasih komentar??

Akhirnya aku tiba di rumahku. Semuanya baik-baik saja. Aku segera berlari mencari ayah dan ibu.
                “Kau kenapa Valerie?” Tanya Lucie.
                “Mana ayah dan ibu?”
                “Mereka di luar.”
                Aku segera berjalan setengah berlari keluar rumah. Lucie mengikutiku. Kulihat ayah dan ibu sedang berbincang di samping rumah. Kenapa tadi aku tidak melihat mereka? Karena aku datang dari arah yang berlawanan.
                Aku segera memeluk mereka.
                “Ada apa sayang?” Tanya ibu.
                “Nenek… Dia tertangkap serigala itu.”
                Semuanya menatapku. Semuanya. Penduduk desa yang mendengarnya.
                “Bagaimana bisa?” Tanya ayah.
                Penduduk desa mendekat. Sunyi.
                “Serigala itu punya rumah di desa ini. Dia tinggal di sini.”
                Semuanya terkaget. Beberapa lari. Ibu menganga mendengarnya.
                “Ceritakan pada kami yang terjadi.” Kata salah seorang penduduk.
                “Dimana dia tinggal.”
                “Ayo serang serigala itu!”
                “Hei, itu hanya tipuan anak kecil!”
                Penduduk mulai mengeluarkan suara mereka. Ada yang percaya, takut, dan merasa ditipu.
                “Ayah, kita harus menyelamatkan nenek.” Aku masih menangis.
                “Tentu saja sayang.” Jawab ayah yang kemudian memelukku.
                Para penduduk yang percaya segera membawa senjata dan obor api. Aku berada di depan bersama ayah menuju pasar di desa.
                “Benarkah serigala itu tinggal di pasar ini dan mejual daging?”
                “Mungkin saja, dia membunuh dan menjual daging manusia dengan menyamar sebagai manusia.”
                Aku masih saja mendengar pendapat orang-orang.
                Dan… Kami tiba. Aku kaget melihatnya. Papan dan tempat itu tidak ada. Tidak ada jeda atau tanah kosong diantara pedagang kain dan pedagang ikan.
                “Dimana tempat serigala itu nak?” Tanya ayah dengan lembut ketika melihatku hanya terpaku.
                “Tadi, berada di antara tempat ini. Ada pedagang daging di sini.” Jawabku lirih.
                “Tentu saja itu hanya gurauan anak kecil.” Teriak salah seorang yang kemudian menjatuhkan senjatanya dan pergi.
                “Kita tertipu.” Sambung yang lain.
                “Jangan-jangan serigala itu adalah salah satu dari pedagang ikan dan kain.” Teriak seorang penduduk yang kini menjadi pusat pandangan.
                “Benar juga. Ayo bawa mereka!” Teriak yang lainnya.
                “Aku tidak tahu apa-apa.” Bantah pedagang kain.
                “Anak itu hanya membohongi kalian.” Teriak pedagang ikan.
                “Bukan mereka.” Belaku lirih.
                Tapi, bagaimana kalau memang salah satu diantara mereka.
                “Kita periksa saja rumah mereka.” Kata ayah yang memecahkan masalah.
                Dan, ketika aku hendak ikut masuk juga…
                “Kau pulang saja, Valerie.” Pinta ayah.
                Aku menurutinya.
***
                Berjam-jam aku menangis dan merintih memanggil nama nenek. Ibupun tak dapat menenangkanku. Kemudian ibu kembali menemuiku dan membawakanku roti.
                “Kau ingat apa yang sering nenek katakan padamu?”
“Semua kesedihan akan berkurang dengan roti.”
Kemudian aku berusaha mengunyah dan menelan roti itu. Air mata masih membanjiri pipiku.
“Mungkin kau hanya bermimpi, Valerie.” Kata Lucie.
“Tapi nenek benar-benar tidak ada di rumahnya.”
“Mungkin nenek hanya pergi.” Bantah Lucie lagi.
Aku hanya terdiam.
Kudengar kedatangan ayah yang terlihat murung.
“Bagaimana?” Tanya ibu.
“Mereka mati.”
“Siapa?”
“Kedua pedagang itu.” Jawab ayah.
Meski mereka berbincang dengan lirih, namun aku masih dapat mendengarnya.
“Bagaimana jika mereka sebenarnya tidak salah?” Tanya Lucie.
“Penduduk terlalu emosi, karena ditemukan benda-benda aneh di rumah mereka. Juga darah manusia.”
“Benarkah?” Tanyaku. Aku langsung turun dari tempatku.
“Apa itu artinya nenek sudah…”
“Valerie.” Ibu mencoba menenangkanku dengan memelukku.
“Tapi pasti salah satu di antara mereka tidak bersalah.” Ujar Lucie.
“Ya, kau benar Lucie.” Jawab ayah.
***
                Pagi-pagi sekali, aku langsung berkemas juga mengisi makanan pada keranjnagku. Aku tak sabar mengunjungi nenek. Semalaman aku mencoba tertidur dan berharap hari kemarin hanya mimpi.
                “Kau mau kemana, Valerie?” Tanya Lucie.
                “Mengantar makanan untuk nenek.”
                Kemudian dia berhenti berkata-kata. Aku hanya mencoba tegar dan tidak menangis.
                Aku membuka pintu rumahku. Kulihat seorang wanita berlari mendatangiku dengan membawa pisau.
                “Jangan lari kau, pembunuh!” Teriaknya.
                Aku terpaku kembali. Dan ibu dan ayah yang mendengarnya langsung keluar rumah. Dia memandangku yang sudah rapi hendak pergi. Kemudian memandang wanita itu.
                “Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Ibu.
                “Aku akan membunuhnya seperti dia membunuh suamiku!” Bentak wanita itu.
                Orang-orang mulai keluar dari rumahnya. Wanita itu adalah istri pedagang ikan. Sedangkan pedagang kain sudah tidak memiliki istri.
                “Dia hanya anak kecil. Dia juga korban.” Bantah ibu yang mulai mendekapku.
                “Tidak! Dia pembunuh!” Teriak wanita itu setengah menjerit seakan kerasukan roh jahat.
                Orang-orang mulai menahan wanita itu, dan mencoba menenangkannya. Namun wanita itu terus berontak. Pisau digenggamnya erat, tak mau dia lepaskan.
                “Penduduk desalah yang membunuh suamimu. Dan itu demi keamanan kita semua.” Bela ayah.
                “Dia hanya frustasi.” Ujar seorang penduduk.
                “Ayo kita pulang. Tenangkan dirimu.” Tambah seorang wanita setengah baya, yang sepertinya akrab dengan wanita itu.
                Wanita itu masih menangis namun sudah tidak mengerikan lagi. Dia menjatuhkan pisau itu di tanah dengan lemah.
                Mereka segera menuntun wanita itu, selagi dia mulai reda. Dan membawanya pergi. Menjauh dari gadis kecil sepertiku. Mereka pulang.
                “Kau mau kemana?” Tanya ibu yang sadar oleh keberadaan sebuah keranjang di tanganku.
                “Mengantar makanan untuk nenek.” Jawabku dan langsung berbalik pergi.
                Kulihat ibu resah, namun ayah justru memasang wajah aneh. Ada senyum tipis di bibirnya. Mungkin karena wanita tadi sudah pergi. Aku kembali menolehkan kepala, mata ayah—
                Oh, apa yang kupikirkan? Yang benar saja.(.......)
***

Sunday, November 20, 2011

Green Fried Egg

ajaib dengan kimia! TELUR GORENG HIJAU..! 
Seru tuh, pastinya. Buat dan makan telur goreng warna hijau. Yang gatau proses buatnya, pasti takjub banget sama kita! Amazing yahh... Cobain yuk, mudah kok!



Jus kubis merah mengandung indikator pH alami yang berubah warna dari ungu ke hijau di bawah dasar (alkali) kondisi. Anda dapat menggunakan reaksi ini untuk membuat telur hijau goreng.
BAHAN:
·         telur
·         Kubis merah/ungu
1. Siapkan jus kubis merah
       Inilah yang harus anda lakukan:
1.        Potong kasar kubis merah secukupnya.
2.       Microwave kubis sampai lembut. Mungkin sekitar 4 menit.
3.   Biarkan kubis dingin. Atau anda dapat meletakannya dalam lemari es untuk mempercepat pekerjaan.
4.  Bungkus kubis menggunakan kain, remas kubis, dan kumpulkan sari patinya ke dalam mangkuk.

2. Goreng Telur Hijau
1.        Semprot wajan dengan cooking spray. Atau tuangkan minyak goreng. Panaskan wajan di atas api sedang-tinggi.
2.       Pecahkan telur dan pisahkan telur putih dari kuning telur. 
3.        Dalam mangkuk kecil, campurkan putih telur dengan jus kubis merah. Apakah Anda melihat perubahan warna? Jika Anda mencampurkannya merata dan menyeluruh maka 'putih' dari telur goreng akan seragam hijau, namun jikamencampurkan sedikit, maka mungkin masih tertinggal bercak-bercak putih. Lanjut...